Menjajal Ponsel Android HTC Terkencang

Posted by alan darmasaputra Jumat, 23 November 2012 0 komentar
Awal Oktober lalu, HTC memperkenalkan andalan barunya di kategorismartphone Android, One X+.

Kini, berdampingan dengan seri Windows Phone 8X dan 8S, HTC bersiap membawa produk tersebut ke pasar Indonesia.

Nah, Kamis (8/11/2012) kemarin, Kompas Tekno mendapat kesempatan untuk menjajal HTC One X+ sebelumsmartphone yang bersangkutan resmi dilepas ke pasaran. Sebagai perbandingan, dibawalah HTC One X yang merupakan pendahulu One X+.

Dari luar, kedua smartphone ini ibarat pinang dibelah dua, hampir tak berbeda sama sekali, baik dari segi desain, bentuk fisik, maupun dimensi keseluruhan. Opsi warna yang disediakan HTC pun sama-sama stealth black dan polar white.

Material yang digunakan pun setali tiga uang, kedua smartphone yang ibarat kembar ini dibuat dari plastik polikarbonat bertekstur matte yang terkesan solid dengan rancangan unibody


Tapi ada cara paling mudah untuk membedakannya, yaitu lingkaran merah di sekeliling unit kamera belakang pada HTC One X+ serta logo Beats Audio yang lebih besar di bagian bawah," ujar Justin Zhang, Head of Product Portfolio HTC South Asia.

Dia mengatakan, meski dari luar tampak nyaris serupa, HTC One X+ mengusung sejumlah peningkatan dari segi hardware, terutama kapasitas storage on-board yang diperbesar menjadi dua kali lipat (64 GB, dengan kapasitas real yang bisa dipakai sebesar 56 GB) dan prosesor yang lebih kencang.

HTC One X+ menggunakan prosesor NVIDIA Tegra 3 (AP37) berkecepatan 1,7 GHz, lebih tinggi dari Tegra 3 (AP33) pada One X yang memiliki kecepatan 1,5 GHz. Sebagai pendukung kinerja, One X+ datang dengan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean secara default, dibalut interface HTC Sense 4+.

Peningkatan hardware tersebut, menurut Zhang, berujung pada kinerja One X+ yang lebih baik sebesar 27 persen secara keseluruhan dibanding One X. "Dalam benchmark seperti Quadran, hasilnya bisa 60 persen lebih tinggi," tambahnya.

Dengan interface HTC Sense, antarmuka One X+ sendiri tampak identik dengan One X. Kecepatan responsnya sedikit berbeda. One X+ terasa lebih mulus ketika bernavigasi dalam antarmuka Android.

Salah satu perbedaan yang paling kentara terlihat dari hasil tangkapan kamera depan. HTC One X+ dibekalifront camera dengan resolusi 1,6 megapixel (dibanding 1,3 megapixel milik One X). Dari  perbedaan resolusi memang kecil, tetapi hasil fotonya jauh lebih jernih.

Sayang, modul kamera belakang bisa dibilang tidak mengalami peningkatan, masih dengan unit 28 mm F 2.0 sensor 8 megapixel. Sama seperti pendahulunya, One X+ pun tidak menyediakan kontrol exposure compensation dan focus lock sehingga menyulitkan pengaturan hasil foto. Exposure yang dihasilkan sepenuhnya tergantung pada hasil "pemikiran" One X+ tentang kondisi ideal, yang belum tentu cocok dengan keinginan pengguna.

Burst rate kamera sedikit ditingkatkan. Saat dibandingkan dengan One X, terlihat One X+ bisa mengambil lebih banyak frame dalam waktu yang sama. Peningkatan lain, mode video-nya sedikit lebih responsif, dengan fokus yang terasa lebih cepat.

Untuk pengguna yang suka menyetel musik pada smartphone, kualitas suara One X+ bisa dibilang sedikit lebih baik dibanding One X. Musik yang diputar pada volume tinggi terdengar kencang, tetapi tidak pecah. 

"Kami memang menerapkan amplifier beats audio baru yang mencegah peaking," ujar Zhang. Sayang,amplifier ini hanya untuk loudspeaker on-board, bukan jack audio headphone yang sebenarnya lebih berguna.

Informasi harga dan ketersediaan One X+ di Indonesia masih belum diketahui, tetapi pihak HTC mengatakan bahwa smartphone ini dijadwalkan memasuki pasar Tanah Air pada kuartal keempat tahun 2012. "One X sendiri tetap akan dijual, berdampingan dengan One X+, tetapi mungkin dengan level harga lebih rendah," tutur Zhang.


Baca Selengkapnya ....

Layar HTC Droid DNA Lebih Tajam dari iPhone 5

Posted by alan darmasaputra 0 komentar

Tren perangkat smartphone dengan layar berukuran jumbo terus berkembang. Kali ini, giliran HTC yang memperkenalkan ponsel dengan spesifikasi tersebut.

HTC memperkenalkan perangkat smartphone baru yang dinamakan Droid DNA. Seperti dikutip dari Engadget, Selasa (13/11/2012), smartphone yang satu ini sudah dilengkapi dengan layar berukuran 5 inci, lebih besar dari perangkat smartphone pada umumnya.

Layar 5 inci yang ada di HTC Droid DNA ini sudah mendukung resolusi 1920 x 1080 dan memiliki kerapatan hingga 440ppi. Kerapatan tersebut lebih tinggi dari iPhone 5 (326 ppi) dan Samsung Galaxy S III (306 ppi). 

Layar yang digunakan berjenis Super LCD3 dan sudah dilapisi dengan Gorilla Glass 2. 

Dengan layar yang besar ini, HTC Droid DNA sudah dilengkapi dengan spesifikasi yang tinggi. Perangkat tersebut menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon S4 Pro 1,5GHz quad-core dan RAM 2GB.

Sebagai sistem operasinya, Droid DNA menggunakan Android versi 4.1 atau biasa dikenal dengan nama Jelly Bean.

Seperti kebanyakan smartphone high-end yang beredar belakangan ini, HTC Droid DNA sudah dilengkap dengan dua buah kamera, satu di bagian belakang dan satu di bagian depan.

Di bagian belakang, pengguna akan menemukan kamera 8 megapiksel f/2.0 dengan lensa wide 28mm, sensor BSI, Image Chip, dan kemampuan untuk merekam video 1080p.

Di bagian depan, terdapat kamera 2,1 megapiksel f/2.0 yang juga dilengkapi kemampuan merekam video dengan resolusi 1080p. Kamera bagian depan ini juga dapat mengambil gambar dengan sudut hingga 88 derajat.

HTC Droid DNA dipersenjatai dengan speaker Beats Audio. Selain itu, smartphone dengan layar jumbo ini dilengkapi media penyimpanan dengan kapasitas 16GB. Sayangnya, tidak dilengkapi dengan slot microSD. Perangkat ini sudah hadir dengan baterai berkapasitas 2.020 mAh.

HTC Droid DNA hadir dengan dukungan terhadap koneksi 4G LTE.

HTC Droid DNA dibanderol dengan harga 200 dollar AS dengan kontrak 2 tahun bersama operator AS, Verizon. Harga HTC Droid DNA yang tidak terikat kontrak (unlocked) masih belum dibeberkan. Tanggal kehadiran Droid DNA di Indonesia pun masih belum jelas.

Baca Selengkapnya ....

Galaxy S4 Pakai Layar 5 Inci Beresolusi 1080p

Posted by alan darmasaputra 0 komentar

Pada pertengahan bulan September lalu, tersiar kabar yang menyatakan kalau Samsung sedang mengembangkan penerus Galax S III, yaitu Galaxy S4. Smartphone tersebut pun digadang-gadang akan menjadi pesaing utama iPhone 5.

Samsung pun langsung bergerak cepat dengan menanggapi rumor tersebut. Melalui akun Twitter-nya, Samsung Korea membantah berita yang sudah ramai dibicarakan di dunia maya tersebut.

Samsung memang sudah terang-terangan menyanggah rumor tersebut. Namun, hal tersebut tidak membuat rumor ini mereda. Bahkan, kabarnya, Samsung sudah siap untuk memamerkan produk ini pada ajang Consumer Electronic Show (CES) di As, pada Januari 2013 mendatang.

Menurut orang dalam Samsung yang tidak mau diungkap namanya, seperti dikutip dari Tech Radar, Senin (19/11/2012), Samsung Galaxy S4 dikabarkan akan memiliki layar dengan ukuran 4,99 inci, sedikit lebih besar dari layar Galaxy  S III, 4,7 inci. 

Samsung akan menggunakan layar AMOLED dengan tingkat kerapatan 441ppi. Kerapatan layar tersebut jauh lebih tinggi dari iPhone 5 (326ppi) dan sedikit lebih tinggi dari HTC Droid DNA (440 ppi).

Layar Samsung Galaxy S4 nantinya sudah mendukung resolusi Full HD atau 1080p (1920 x 1080).

Kabarnya, Samsung Galaxy S4 akan beredar di pasaran pada kuartal 2 tahun 2013.

Persaingan perangkat smartphone dengan layar besar memang sedang marak terjadi. Beberapa waktu yang lalu, HTC baru saja meluncurkan Droid DNA, smartphone dengan layar sebesar 5 inci yang juga mendukung resolusi Full HD.

Perusahaan elektronik raksasa asal Jepang, Sony, juga dikabarkan sudah bersiap di peperangan smartphone berlayar besar melalui produk yang dinamakan Yuga. Sama seperti Droid DNA, produk yang satu ini memiliki layar berukuran 5 inci dan resolusi layar Full HD.

Walaupun menghadapi banyak pesaing, Samsung diprediksi akan unggul dari para pesaingnya karena menggunakan layar yang lebih baik dari pesaingnya. Samsung menggunakan layar berjenis AMOLED, sedangkan pesaingnya menggunakan layar dengan jenis LCD.

Baca Selengkapnya ....

BlackBerry 10 Bisa Gantikan Laptop?

Posted by alan darmasaputra 0 komentar

Kalangan korporat adalah pengguna tradisional BlackBerry. Segmen inilah yang antara lain disasar oleh Research in Motion (RIM) dengan platform andalan barunya nanti, BlackBerry 10. 

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times pada pertengahan November 2012, CEO RIM Thorsten Heins mengutarakan angan-angan perusahaannya untuk menjadikan BlackBerry 10 sebagai perangkat sentral di kantor-kantor perusahaan.

Dia mencontohkan situasi di mana perangkat BlackBerry 10 bisa langsung terkoneksi dengan keyboard dan perangkat display sehingga seorang pegawai dapat langsung bekerja.

"Jadi, kapan pun Anda masuk kantor, Anda tak perlu membawa laptop. Semua yang diperlukan sudah ada di sini," ujar Heins sambil menunjuk sebuah smartphone BlackBerry 10 di pangkuannya. "Dalam tiga atau lima tahun lagi, Anda tak akan perlu membawa laptop."

Meskipun sebelumnya pernah gagal dengan tablet BlackBerry Playbook, Heins yakin BlackBerry 10 besutan RIM akan kembali menjadi perangkat andalan di kantor-kantor.

Mengenai beberapa perusahaan yang membolehkan pegawai mereka memilih sendiri smartphone yang diinginkan untuk dibawa di lingkungan kantor, Chief Marketing Officer RIM Frank Boulben yang turut mendampingi Heins mengatakan bahwa hanya sebagian perusahaan yang memberlakukan kebijakan itu.

Berlawanan dengan para pengamat industri, Boulben memprediksi bahwa pada akhirnya perusahaan-perusahaan akan kembali memilihkan smartphone untuk pegawainya. Menurut dia, alasannya adalah untuk menekan ongkos divisi dukungan teknologi.

Dalam hal ini, lanjut Heins, BlackBerry 10 menawarkan kelebihan berupa pemisahan antara data korporat dan data pribadi karyawan. Alhasil, ketika seorang pegawai berhenti kerja, pihak perusahaan bisa menghapus seluruh data korporat dalam smartphone si pegawai tanpa turut mengganggu data pribadinya.

RIM sendiri menjanjikan perangkat BlackBerry 10 akan segera tersedia pada Februari 2013, menyusul pengumuman resmi pada akhir bulan sebelumnya.

Unit pertama yang akan dipasarkan adalah model full-touchscreen, sementara model yang dilengkapi keypad QWERTY akan menyusul beberapa pekan setelahnya.

Baca Selengkapnya ....

Tanpa Samsung, Mustahil Apple Bisa Bikin iPhone

Posted by alan darmasaputra 0 komentar

Kepala divisi ponsel Samsung, Shin Jong-kyun, menyatakan, Apple tidak mungkin bisa memproduksi iPhone tanpa bantuan teknologi Samsung, pada Rabu (21/11/2012) di Seoul, Korea.

"Kebenaran tak pernah bohong. Tanpa paten wireless (milik) Samsung, Apple tak mungkin bisa memproduksi ponsel," kata Shin Jong-kyun, seperti dikutip dari The Korea Times. "Seperti yang Anda tahu, Samsung sangat kuat dalam hal kepemilikan paten teknologi wireless."

Pernyataan salah satu petinggi Samsung ini menyusul keputusan Komisi Perdagangan Internasional AS (International Trade Commission/ITC) untuk meninjau keputusan sebelumnya bahwa Apple tidak melanggar empat paten milik Samsung.

Badan ini diharapkan dapat mengeluarkan keputusan akhir pada Januari tahun depan. Jika keputusan ini mengabulkan gugatan Samsung, Apple dapat dilarang menjual iPhone dan iPad di AS.

Sebelumnya, Shin menyatakan bahwa Samsung tidak akan bernegosiasi dengan Apple, seperti yang dilakukan HTC. 

Kesepakatan yang dihasilkan antara HTC dan Apple membuat keduanya berhak menggunakan beberapa paten secara bebas selama 10 tahun ke depan dan HTC akan melakukan pembayaran yang tidak diungkapkan ke Apple. Semua gugatan antara kedua perusahaan akan dicabut.

Pascaperdamaian tersebut, muncul beberapa rumor bahwa Apple dan Google telah bertemu agar Samsung mau membuat kesepakatan serupa. Namun, hal ini langsung dibantah melalui akun Twitter resmi Samsung.

Baca Selengkapnya ....

Galaxy Note II, Ponsel Galaxy S III Versi Jumbo

Posted by alan darmasaputra 0 komentar

Mirip dengan Galaxy S III! Itulah kesan pertama ketika KompasTekno melihat desain Galaxy Note II. 

Perangkat hasil perpaduan smartphone dan tablet dari Samsung ini, mulai dipasarkan pada Sabtu (13/10/2012)di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta.

Meski sekilas tampak sama, namun ada perbedaan mendasar antara Galaxy Note II dan Galaxy S III. Perbedaan pertama jelas terletak pada ukuran layar. Galaxy Note II punya bentang layar seluas 5,5 inci, jauh lebih besar dari Galaxy S III yang layarnya berukuran 4,9 inci.

Galaxy Note II sendiri berdimensi 80,5 x 151,1 x 9,4 mm, dan berbobot 182,5 gram.

Permukaan depan Galaxy Note II dan Galaxy S III sama-sama didesain mengkilat, menggunakan materi polikarbonat. Tepi layar (bezel) juga didesain lebih tipis.

Untuk warna grey, panel belakangnya berwarna seperti batu alam. Sudut-sudutnya juga didesain membulat. Namun jika diperhatikan seksama, Galaxy S III punya sudut membulat yang lebih dalam ketimbang Galaxy Note II.

Selain itu, Galaxy Note II juga disertai dengan pena digital yang disebut SPen. Ini adalah ciri khas dari perangkat keluarga Galaxy Note. Samsung seakan membuat Galaxy Note seperti secarik kertas, lengkap dengan penanya.

Layar Galaxy Note II menggunakan teknologi HD Super AMOLED. Resolusinya 1280 x 720 piksel. Produk ini diperkuat dengan prosesor quad-core Exynos 1.6 GHz, RAM 2GB, dan baterai berkapasitas 3.100mAh.

Kamera utama bersensor 8MP dengan lampu kilat LED dan dapat merekam video pada resolusi 1080p. Sedangkan kamera depan bersensor 1,9MP. 

Galaxy Note II menggunakan sistem operasi Android 4.1 alias Jelly Bean. Di Indonesia, Galaxy Note II yang dipasarkan adalah versi memori internal 16GB, dan dibanderol dengan harga Rp 7.499.000.

Baca Selengkapnya ....

Membandingkan Galaxy S III dengan Galaxy S III Mini

Posted by alan darmasaputra 0 komentar
Smartphone Galaxy S III besutan Samsung kini memiliki "adik," yang diberi nama Galaxy S III Mini. Jika sang kakak diperkenalkan di Inggris pada Mei lalu, maka sang adik diperkenalkan di Jerman pada Kamis (11/10/2012).

Meski berstatus "kakak-adik", keduanya punya perbedaan yang signifikan. Seperti namanya, Galaxy S III Mini punya ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan Galaxy S III. Sang kakak juga dibekali dengan spesifikasihardware yang lebih bertenaga.

Samsung tetap memosisikan Galaxy S III sebagai produk yang paling diandalkan untuk mengincar segmen pasar menengah ke atas. Sementara itu, Galaxy S III Mini, jika dilihat dari spesifikasi hardware-nya, dibuat untuk mengincar segmen menengah.

Berikut ini perbedaan spesifikasi antara Galaxy S III dan Galaxy S III Mini.


Baca Selengkapnya ....

Entri Populer

Trik SEO Terbaru support Online Fashion Store - Original design by Bamz | Copyright of Tecnology News And Computer.